Posted by: stardust77 on: February 18, 2008
Laskar Pelangi. Pernah membaca buku ini belum?Buku yang ditulis oleh Andrea Hirata. Buku yang katanya national best seller ini
.Terus terang dari judulnya saya tidak pernah tertarik membaca buku laskar pelangi itu. Walaupun teman saya telah merekomendasikan buku itu pada saya. “Ya sudahlah nanti saja” begitu hati saya berujar. Silly reason kenapa saya tidak tertarik membaca buku ini. Karena saya kira ini buku bercerita tentang zaman perang, karena kata Laskar dijudulnya.
Kemudian sekitar seminggu yang lalu saya memutuskan untuk membelinya. Dengan alasan saya sudah tidak tahan untuk mengetahui alasan kenapa buku ini laku dan ramai diperbincangkan orang banyak. Buku setebal 533 halaman itu saya lahap dalam waktu dua hari. Saya membacanya disela-sela waktu senggang ataupun saat menjelang tidur. Saya juga baru mengetahui bahwa laskar pelangi adalah sebuah novel tetralogi. Buku pertama adalah Laskar Pelangi, yang kedua adalah Sang Pemimpi, kemudian Edensor, dan yang terakhir adalah Maryamah Karpov. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor telah saya baca. Tapi buku yang terakhir Maryamah Karpov belum saya baca, maklum belum beli :p. Saya berharap bila saja Andrea Hirata membaca blog saya ini, sudi untuk mengirimkan buku yang terakhir itu( yeah you wish, kira-kira gitu kata orang-orang yang baca blog ini :p).
Oke kembali pada tetralogi Laskar Pelangi, buku yang pertama itu entah kenapa buat saya pribadi hanya semacam gerbang untuk karya –karya berikutnya dalam tetralogi Laskar Pelangi. Kalau banyak orang yang menangis ketika membaca buku yang pertama, ketika Lintang si genius berhenti dari sekolahnya karena harus menjadi bread winner untuk keluarganya. Saya tidak menangis. Cuman merasa “eman” gitu bahasa Jawanya. Ah orang segenius dia pastinya sudah banyak memberikan kontribusi untuk bangsa kita. Dibandingkan saya yang standar orang kebanyakan, sedang-sedang saja gitu :p.
Tapi sebaliknya pada buku kedua saya menangis. Dan air mata jatuh tanpa saya sadari, tanpa sebuah persiapan batin bahwa saya akan sedih atau lebih tepatnya terharu dan takjub. Halaman terakhir dalam Sang Pemimpi membuat emosi saya ON dalam sekejab. Atau mungkin itu akumulasi dari buku yang pertama? Entahlah. Sang Pemimpi buku kedua itu membuka pikiran saya tentang berbagai kemungkinan. Bagaimana Tuhan sudah merencanakan semua. Bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Subhanallah. Saya menangis ketika membaca Kucai dan Ikal yang dulunya cuma anak kampung Belitong, bekas kuli ngambat diterima diUniversitas impian mereka. Tempat dimana Montesquieu, Voltaire, Pascal, Louis Pasteur, Derrida, Rene Decartes menjejakkan kaki dan pikiran mereka, Universite de Paris, Sorbonne,Perancis.
Ikal dan Arai membuat saya menangis terharu, dan bahagia oleh perasaan akan datangnya berbagai macam kemungkinan. Ada sebuah kalimat dibuku Sang Pemimpi yang membuat saya tertegun. Hati saya seperti ditohok waktu Arai berkata pesimis adalah takabur mendahului nasib. Bagaimana pesimis yang berkawan dekat dengan realistis ini bisa mematikan kekuatan mimpi-mimpi kita. Dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi kita adalah hal yang paling realistis. Yah karena inilah hal yang bisa kita atur. Hal-hal diluar kendali kita, hanya bisa kita pasrahkan pada Tuhan, pengatur Semesta ini Allah SWT.
Bagaimanapun Ikal dan Arai benar –benar Sang Pemimpi. Kemiskinan bisa saja mematikan mimpi-mimpi mereka. Tapi keoptimisan dan kekuatan mimpi mereka membuat mereka bisa mewujudkan apa yang pernah mereka ucapkan dulu ketika masih di SMA. Bahwa mereka akan menjejakkan kaki di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis. Bahwa mereka akan mengelilingi Eropa dan Afrika. Mimpi-mimpi yangmenjadi kenyataan itu dibayar dengan keteguhan hati, kekuatan mental, ketahanan fisik, dan kekuatan mimpi dan cinta. Indah sekali.
Andrea Hirata tetaplah seorang manusia biasa, tapi ijinkan saya seorang manusia biasa juga, mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam. Karena buku-bukunya telah membuat saya terinspirasi, membuat saya berani bermimpi lagi
. Terima kasih Andrea Hirata
.
aku juga kesensem ma buku itu……
selamat ya…
tetap semangat nulis blog nya
meski gak bayak yang posting
salam damai dari wong elek (alie)
aku jadi teringat
Jika kamu cantik/ tampan, hidupmu tidak akan tenamg (LP)
February 19, 2008 at 10:17 am
jadi tambah penasaran pingin pinjem eh pingin baca ding
lagi-lagi benang merah yg dapat diambil adalah fokus, kerja keras dan yg paling penting TAKE ACTION. Bukan begitu non?