Stardust 77

A moment to remember

Posted by: stardust77 on: February 18, 2008

Cinta hanya sebatas ingatan. Itulah kira – kira kesimpulan kasar dari film ini. A moment to remember. Sebuah film drama Korea, romantis dan melankholis seperti biasanya. Saya nangis bombay gara-gara film ini. Pada dasarnya yah ini film drama seperti drama yang lainnya. Tapi entah kenapa ini cukup membekas dihati saya. Mungkin walaupun ceritanya biasa, tapi konflik yang timbul antar karakter cukup menarik dan bisa memainkan emosi saya. Plus akting actor dan aktris Korea ini boleh juga, sangat meyakinkan gitu kira-kira :)

Cerita dimulai seperti drama percintaan biasanya, pertemuan tak diduga, menarik, lucu. Mereka jatuh cinta kemudian menikah. Kisah sedihnya dimulai ketika si tokoh wanita Kim Su Jin mulai menderita Alzheimer di usia yang sangat muda, 27 tahun. Dia diam –diam menyembunyikan hal ini dari suaminya Chol Choi Soo walaupun akhirnya ketahuan juga. Keadaan semakin buruk ketika penyakit Kim Su Jin bertambah parah. Dia mulai lupa dengan suaminya dan menganggap suaminya adalah mantan pacarnya 2 tahun yang lalu.

Ada adegan yang bikin saya miris seperti diiris-iris. Si suami membuatkan replika rumah baru mereka untuk sang istri (Suaminya ini arsitek) semalaman. Esoknya dengan penuh rasa cinta dia memperlihatkan replika rumah itu.

Suami   : kamu suka?

Istri      : ehem, tapi buat jendela lebih besar, aku ingin banyak cahaya masuk dirumah kita

Suami   : gampang besok akan aku perbaiki. Aku berangkat dulu oke

Istri      : Young Min, aku mencintaimu

Suami   : Sama –sama (diucapkan dengan tersenyum)

Perih gak saudara-saudara????!! Padahal nama suaminya Chol Choi Soo. Si istri malah memanggil suaminya dengan nama mantan pacarnya plus pake ngomong I love u segala. Si suami ketika menutup rumahnya hanya bisa menangis lirih.

Bagaimanapun juga dia bersikeras untuk merawat istrinya sendiri. Dia berkata pada istrinya sebelum istrinya mulai lupa segalanya “ Aku akan mengingatmu walau kau tidak mengingat aku. Aku akan mencintaimu walau kau tidak mencintaiku. Kalau kau sudah lupa semua tentang aku, aku akan muncul disana dan membuatmu ingat lagi. Cukup menyenangkan bukan seperti pacaran tiap hari.”. Konsep yang utopis sekali cinta hanya memberi dan memberi. Dan mungkin itulah yang membuat saya menangis Bombay. Karena sang suami telah memperlihatkan ketulusan hatinya, dia tidak peduli bahwa hatinya bisa teriris setiap saat.

Pada suatu saat si istri melihat album-album fotonya dan membaca tulisan-tulisan yang ditempel suaminya dihampir seluruh dinding rumahnya (untuk mengingatkan si istri tentang berbagai macam hal). Akhirnya si istri ini teringat bahwa dia sudah mempunyai seorang suami yang bernama Chol Choi Soo. Seketika itu juga rasa cintanya kembali. Dan dia teringat kelakuannya hari-hari belakangan ini. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia menulis surat pada suaminya berisi permintaan maaf dan mengatakan hanya suaminya yang dia cintai. Kim Su Jin hanya mencintai Chol Choi Soo. Meminta maaf berkali-kali dan meninggalkan si suami Karena takut membuatnya menderita lebih jauh lagi. Si istri mengajukan cerai.

Si suami yang mencintai istrinya setengah mampus, berusaha mencari dimana istrinya yang pergi dengan hanya meninggalkan surat cinta dan permintaan maaf. Akhirnya dia menemukan sang istri dirumah perawatan, semacam panti untuk orang- orang yang menderita Alzheimer.Si istri sudah lupa sama sekali. Siapa suaminya bahkan dirinya sendiri. Tapi si suami pantang menyerah, dibawanya si istri keluar dari panti itu. Dan si suami membuat rekonstruksi pertemuan pertama mereka , untuk membuat si istri ingat kembali. Ya ampun, memang si istri ingat pada saat itu, dia mengingat kembali semuanya. Tapi mungkin besok atau bahkan setengah jam lagi dia sudah lupa semua itu. Tapi si suami pantang menyerah, dia bertekad mencintai sang istri, dan membuatnya ingat setiap hari, agar sang suami bisa berkata pada istrinya “ Aku mencintaimu”.

Mengharukan dan menakutkan bukan. Bagaimana cinta hanya tergantung pada ingatan kita. Tapi dari penyakit Alzheimer itulah Kim Su Jin menemukan lelaki yang tulus mencintainya. Walaupun pada akhirnya Kim Su Jin akan selalu melupakannnya. Ironis.

Well, anyway saya juga menginginkan lelaki seperti Chol choi Soo, yang bisa mencintai saya dengan tulus. Tapi saya dan juga anda semua tidak harus terkena Alzheimer dulu kan sebelum menemukan lelaki seperti Chol Choi Soo :)  

 

 

5 Responses to "A moment to remember"

Andai saja ada suami Chol Choi Soo itu dalam kehidupan nyata.
Dalam keadaan istri spt itu dia masih mau terima gimana istrinya masih cinta dgn mantannya. Hmmm… klo di dunia kita, mgkn yg ada si suami udah pacaran lg…

baru baca referensinya aja kok mata gw udah panas ya…. huhuhuhu… kayanya lebih mengharu biru ungu daripada 50’s first date ya…

Drama Korea emang ahlinya bikin orang yang nonton nangis. Btw saya bener-bener berharap loh ada lelaki yang seperti chol choi soo :) .

Huny apakah cintamu bisa sebesar chol choi soo pada kim su jin :)
Biar waktu yang menjawab……

cinta katanya memang cuma sebatas ingatan, juga terbatas ruang dan waktu belaka.

ouuwwghh perih banget komennya ndoro :) ,kalo memang begitu adanya, saya jadi emoh in luv :)

Leave a Reply